Dear Adikku...
Menangisi
lelaki asing lagi adikku? Letih nian bapak jaga kau dari kecil hingga saat ini,
tapi sekarang dengan mudahnya kau menangis terisak-isak hanya karna lelaki
asing itu. Ntahlah...
Dulu kakak juga seperti itu. Tapi sekarang telah Dia beri
kakak hidayah untuk lapangkan hati dan pemikiran ini. Ya Allah Ya Basith, Ya
Allah Yang Maha Melapangkan...
Menangis sampai sembab kedua mata karna merasa disakiti hati
ini oleh lelaki yang kakak suka.
Kakak teringat... Dikisahkan.
Ketika Muhammad SAW menangis terisak-isak mengingat umatnya
saat sakratul maut hingga menjerit memanggil “umati.. umati.. umati..” sungguh
mulia kekasih Allah ini.
Tapi kakak malah menangisi hal yang tak begitu penting,
terlalu bodoh hidup ini untuk menangisi hal seperti itu.
Harusnya
kakak terus menangisi dosa-dosa yang telah diperbuat, begitu banyak keburukan
ini. Harusnya kakak menangisi karna memikirkan “bila aku mati esok? Sudahkah
berat timbangan amal baik dibanding amal buruk ku?!”
Harusnya
kakak menangisi ketika mengingat “sudahkah aku bertanggung jawab sebagai
khalifah di hidup ini? Sudahkah aku berdakwah di hidup ini? “ jangankan untuk
orang sekitar, untuk keluarga kakak sendiri pun belum.
Harusnya
kakak menangisi karna mengingat “sudahkah nikmat yang Allah berikan kepadaku, aku
manfaat hanya untuknya atau malah untuk maksiat saja?”
Ya Allah
masih terlalu banyak dosa yang harus aku tangisi.
Adikku...
Ingatlah ketika cinta bisa menjadi nafsu.
Ketika rindu
dan kau tak bisa menahannya, maka benci-kesal-galau dan lain sebagainya lah
yang kau rasakan. Maka ketika itulah setan tertawa lepas karna sudah
membubuhkan penyakit hati di hati mu dan ketika itu cinta dikatakan nafsu.
Na’uzubillah...
Adikku...
Tak ada yang larang kau untuk menyukai lawan jenis. Tapi ingat tetap jaga rasa
suka itu dalam ketaatan pada-Nya. Suka-sukaan boleh sekarang, tapi rasa cinta
harus kita jaga hanya buat suami kelak. Jadi malu dong nangisin cowok yang gak
bakal jadi jodoh kita kelak. Hahaha...
Komentar
Posting Komentar