Kegiatan kajian Qur’an di Madrasah ku diadakan tiap ba’da
jum’at. Biasanya kami bertiga selalu duduk berderetan ketika itu. Tapi kini...
Setelah ba’da jum’at mereka akan mengikuti bimbingan Olimpiade.
“ketika dua peri cantik mengikuti bimbingan olimpiade, aku
bagai butiran debu” ucapku.
“dikau berlian ir..”
sahut salah satu diantara mereka.
Ntah kenapa kalimat itu yang terlintas ketika aku ingat bila
mereka tidak akan terlalu sering mengikuti kegiatan kajian Qur’an tiap jum’at
bersama ku. Aku tak begitu serius berkata seperti itu, hanya bercanda. Mereka pun
pasti tau bila perkataan ku tak begitu serius.
Tak ada maksud untuk membuka aib ku dan membangga-banggakan
dua peri cantik ini. Tapi hanya untuk memuhasabah diri lalu menjadikannya suatu
motivasi untuk pribadi lebih baik lagi.
Mereka berdua teman dekat ku. Yang satunya IPA 3, satunya
lagi IPA 1. Mereka juara 1 di kelasnya, yang satunya juara umum paralel eksak,
satunya lagi juara kedua paralel eksak. LAH AKU? JAUH DI BAWAH MEREKA. (Bukan
ngeluh yaa, Cuma buat muhasabah aku doang)
Pernah suatu waktu sehabis ulangan umum, masih begitu banyak
tugas ku menumpuk. Dan harus deadline esoknya. Aku kebingungan, tak tau harus
pada siapa meminta bantuan karena begitu singkat waktu yang diberikan. Yang aku
tau mereka berdua masih sibuk ulangan susulan jadi tak enak meminta bantuan
mereka.
“sini ma fisikanya kerjain sama-sama” ucap ati.
“padahal mereka baru saja selesai ulangan susulan tapi kok
mau membantu ku mengerjakan soal sebanyak ini” jawab ku dalam hati, terharu.
“kimianya juga aku bantu ir” ajak ria.
Kini aku belum tau harus balas apa kebaikan mereka, banyak
sekali kebaikan yang mereka berikan kepadaku. Yang aku tau, aku harus menjadi
teman yang baik untuk mereka.
Begitulah kata pepatah, “teman terbaik adalah teman yang ada
disaat kita dalam kesulitan.”
Komentar
Posting Komentar